Posted by Unknown on 11.09 | No comments
JAKARTA - Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri bertandang ke Gedung Nusantara IV, kompleks parlemen sebagai pembicara dalam Simposium Kebangsaan Refleksi Nasional Praktek Konstitusi dan Ketatanegaraan Pasca Reformasi.
Di awal pidatonya, Mega rupanya sempat salah sebut nama Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Sadar akan hal itu, puteri Bung Karno itu langsung minta maaf dan meralatnya.
"Beberapa waktu lalu, saya bicara ketika Pak Zulkifli Lubis eh maaf Zulkifli Hasan, saat menjadi Ketua MPR dan Pak Mangindaan dan Pak Oso, Pak Nurwahid, tidak perlu sekarang ini kita kaji ulang, apakah benar terjadi sebuah perubahan yang menurunkan kedudukan MPR," kata Mega.
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) itu dalam pidatonya mempersoalkan banyaknya amandemen dalam Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, Amerika Serikat yang sudah merdeka jauh lebih lama saja baru mengubah beberapa pasal dari aturan dasarnya.
"Bayangkan sampai empat kali amandeman, Amerika Serikat saja yang lebih 200 tahun baru mengamandemen declaration of independence 2-3 pasal, kita langsung dengan tidak diimplementasi dulu," tegasnya.
Sekadar informasi, Zulkifli merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang beberapa waktu lalu sudah menyatakan bergabung ke dalam partai-partai pendukung pemerintah.
Dalam simposium ini hadir juga Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Mantan Ketua MK Mahfud MD, dan pimpinan MPR.
0 komentar:
Posting Komentar